Tampilkan postingan dengan label Superman Is Dead. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Superman Is Dead. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2009

Let The Devil Speak! (Rolling Stone)

0 Comment
Oleh : Gede Ari "Jerinx" Astina
Biasanya saya menulis sesuatu yang positif, at least from my point of view, tapi kali ini i will let the devil in me speak. For once. This is my thoughts about how rock & roll culture as a part of, like it or not, plastic entertainment world should run in Indonesia. Dari masa ke masa, eksistensi kultur ‘rock’ sebagai bagian dari subkultur di Indonesia akhir-akhir ini bisa dikatakan makin kukuh berdiri- di area abu-abu yang makin memutih. Ter-tib nan santun. Memang ada banyak band ‘rock’ berbakat bermunculan diikuti dengan prestasi yang hebat: dihargai kritikus, dicintai fans dan didekati korporat yang siap mencetak wajah mereka di bilboard terbesar di kota-kota terpencil. But I’m missing something here. Sesuatu yang krusial, nilai terluhur dari sejarah rock & roll. Where’s the ‘dangerous’ part? There’s a huge main reason why rock & roll is associated as the devil’s music by the conservatives: It was born to kick some ass and make some changes.

Wawancara Superman Is Dead- Jurnallica Webzine

0 Comment
1) Apa yang membuat kalian tetap eksis? Pada press release album terakhir sepertinya kalian ingin memuntahkan masa-masa kemelut dalam eksistensi ben ini, sampai-sampai si Superman merasa hampir menyerah.
Jrx: Rasa cinta dan dukungan alam semesta yang membuat kami bertahan. Dua faktor tersebut tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga.



2) Jika pada masa sulit itu membuat SID bubar, kira-kira kalian akan mengambil alih pekerjaan apa? Kita tau, di Indonesia banyak musisi indie/cutting-edge belum bisa menggantungkan hidup dari nge-ben. Atau kalian memang mendedikasikan hidup sebagai ben punkrock dan trus rock n roll?
Jrx: Jika SID harus bubar, saya akan menjadi aktor atau desainer, Bobby menjadi graphic designer dan atlet badminton, Eka bisa menjadi ahli IT dan multimedia. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Tapi kenyataannya, SID tidak akan bubar. Kita mungkin suatu saat akan meredup, tapi tidak akan pernah padam.

3) Apa yang signifikan dari “Angels & The Outsiders” dibanding album-album sebelumnya?
Jrx: Kita membuka pemikiran orang bahwa nyawa punkrock tidak terletak pada distorsi, makian dan tempo lagu yang cepat. It's all in the lyrics and attitude...

Menu

Recent Post